TPS Padat Karya di Setupatok Beri Dampak Ganda: Lingkungan Bersih, Warga Dapat Penghasilan Tambahan
Desa Setupatok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon—Program TPS Padat Karya terus menunjukkan manfaat besar bagi masyarakat. Selain meningkatkan kualitas pengelolaan sampah, program ini juga membuka lapangan kerja baru bagi warga yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap.
Kegiatan padat karya ini berlangsung di Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang telah ditetapkan sebagai titik percontohan pengelolaan sampah terpadu. Puluhan warga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas seperti pembersihan kawasan, perbaikan fasilitas TPS, pemilahan sampah, hingga pengembangan area pengolahan berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Ketua Karang Taruna Kabupaten Cirebon, Eka Wildanu, mengatakan bahwa pelibatan pemuda dalam program ini membuat pekerjaan lebih efektif sekaligus membangun kepedulian lingkungan sejak dini.
“Karang Taruna menjadi mitra strategis. Keterlibatan pemuda bukan hanya mempercepat pekerjaan fisik, tetapi juga memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kuwu Desa Setupatok, Johari, yang menilai program ini memiliki manfaat ganda.
“Padat karya ini bukan hanya memperbaiki kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan tambahan penghasilan bagi warga. Kami juga ingin membangun kesadaran bersama bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab kolektif,” jelasnya.
Dukungan datang dari Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Ade Irawan, yang melihat TPS sebagai titik awal penting dalam pengendalian sampah.
“Kami melihat TPS sebagai titik awal pengelolaan. Dengan memaksimalkan program padat karya, desa bisa lebih mandiri dalam memilah dan mengolah sampah, sehingga volume sampah yang masuk ke TPA dapat berkurang signifikan,” kata Ade.
Ade juga menegaskan bahwa program ini akan terus berkolaborasi dengan Karang Taruna Kabupaten Cirebon, termasuk melalui pendampingan, pelatihan pemilahan sampah, penyediaan fasilitas komposting, dan penataan sarana pendukung lainnya.
“TPS bukan hanya tempat menampung sampah, tetapi juga pusat edukasi lingkungan bagi masyarakat,” tambahnya.
Beberapa warga yang mengikuti kegiatan ini merasa sangat terbantu karena mendapatkan pekerjaan sekaligus semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar.
Dengan adanya Program TPS Padat Karya, Ade berharap Desa Setupatok dapat menjadi contoh dalam mengembangkan model pengelolaan sampah berkelanjutan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat.
