Beban Politik PKS

SUMBER, (KC).-Pemilihan Bupati (Pilbup) Cirebon 2013 menjadi pertaruhan PKS. Jika pada Pilbup 2008 lalu PKS seperti tidak percaya diri mengusung kader, maka pada pemilukada kali ini justeru berani melansir kader – kadernya sebagai calon Bupati.

Pada pemilukada 2008 PKS mengusung Djakaria Machmud – Arief Natadiningrat, berkoalisi dengan PKB. Djakaria Machmud adalah pengusaha sekaligus rektor Unswagati, sedangkan Arief Natadiningrat, saat itu adalah Putera Mahkota Sultan Sepuh XIII. Pasangan Djakaria Machmud – Arief Natadiningrat (Damar) akhirnya kalah telak dari pasangan Dedi Supardi – Ason Sukasa (Desa) yang dfiusung PDIP, Golkar, Demokrat dan sejumlah partai lainnya. Di Pilbup Cirebon 2008 sejumlah kalangan menilai, PKS hanya dijadikan rental. Ini karena ketidakepercayaan PKS dalam mengusung kadernya. Namun sebagian lain berpandangan, pada pilbup 2008 PKS hanya ingin mengukur sejauh mana kekuatannya dalam menghadapi pemilukada.

Ibaratnya pada pemilukada lalu PKS hanya pemanasan. Pemilukada 2013 ini justeru pertaruhan yang sebenarnya. PKS tidak mau hanya jadi kendaraan figur tertentu, maka munculkan kader sendiri. Secara politis, itu artinya PKS jauh lebih siap menghadapi pemilukada kali ini ketimbang lima tahun lalu. Dengan demikian beban, politik PKS di tahun 2013 lebih berat.

Oleh karena itu, tak mau partanya dijadikan rental, PKS Kabupaten Cirebon mengumumkan lima nama calon bupati Cirebon, di Asrama haji Watubelah, Sumber Minggu (27/5).
Lima calon bupati yang dimaksud yakni, Ahmad Aidin Tamim (Ketua BIdang Kebijakan Publik DPD PKS Kabupaten Cirebon), Junaedi (Wakil Ketua DPRD dan Sekretaris DPD PKS Kabupaten Cirebon), Elang Kusnandar Prijadi Kusuma (mantan anggota FPKS DPRD Maluku Utara) dan Nasirudin (Ketua DPD PKS Kabupaten Cirebon).

Mereka ditetapkan berdasarkan surat keputusan DPD PKS Kabupaten Cirebon 2013-2018 No 4/DSKEP/AJ-06-DPD-PKS/VII/1433 Hasil pemilihan umum internal DPD PKS Kabupaten Cirebon dan hasil rapat konsultasi pimpinan DPD PKS dengan DPW PKS Jawa Barat 26 Mei, akhirnya ditetapkan lima calon tersebut,”tutur Nasirudin.

Launching lima calon tersebut dihadiri Wakil Bupati Cirebon, H. Ason Sukasa, Ketua MUI KH. Ja’far Akil Siradj, Ketua DPC Hanura Kabupaten Cirebon, Rakhmat, Wakil ketua DPC PDIP Suhendi, serta 1000 kader PKS.

Tampak pula anggota DPR RI, Mahfud Siddiq, anggota F- PKS DPRD Jabar , H. Anwar Yasin dan ribuan kader.

PERSIAPAN

Nasirudin mengemukakan, satu tahun menjelang pemilihan bupati Cirebon merupakan waktu yang sangat pendek. sosialisasi lima calon kepala daerah dimaksudkan untuk melakukan persiapan matang sejak sekarang.

“Bagaimanapun mesin partai harus dipanaskan sejak sekarang. Sehingga tahapan pemilihan itu dimulai, mesin partai sudah panas. Mesin partai tidak inreyen ketika harus bergerak,”tutur Nasirudin.

Ditanya tentang kemungkinan koalisi dengan partai lain, Nasirudin mengatakan pihaknya mungkin saja melakukan koalisi sepanjang tercapai kesepakatan dan diantara kedua belah pihak saling menguntungkan.

“Sejak sekarang kami melakukan komunikasi politik dengan partai lain koalisi sangat mungkin terjadi termasuk dengan PDIP dan lainnya,”katanya.
Ditanya kemungkinan calon PKS disandingkan dengan ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon, H. Tasiya Soemadi Algotas yang masuk bursa kandidat bupati ? Nasirudin menjawab dengan diplomatis. “Koalisi yang dimaksud adalah partai dengan partai. Sebelum menentukan calon masing – masing partai mempunyai parameter. Dari sisi popularitasnya, elektabilitasnya dan kesiapannya,”kata Nasirudin.

Sementara itu Junaedi, Kusnandar, Aidin dan Nurul Ain yang diminta pendapatnya mengatakan, pihaknya siap menjalankan instruksi partai yang meminta mereka untuk melakukan upaya memperkenalkan diri kepada masyarakat terkait pencalonannya menjadi bupati yang diusung PKS.

“Insya Allah kami dapat melakukan tugas partai. Kebersamaan dan soliditas kader PKS membantu kami menyukseskan pemilihan bupati,”Aidin. (C-10)

Harian Kabar Cirebon 28 Mei 2012

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *